Inilah Identitas Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan (Pengamat Menilai Aneh Karena Pelaku Membawa KTP), Polisi Sita Benda Mencurigakan dari Rumahnya

Identitas Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan

Baturaja Today - Terkait peristiwa percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara pada Minggu (28/08) sekira pukul 08.30 WIB kemarin. Polisi sudah mengamankan seorang pemuda sebagai pelaku percobaan teror tersebut, dimana pelaku diduga hendak meledakkan diri di Gereja Katolik Santo Yoseph.

Dari kartu identitas (KTP) milik pelaku yang disita polisi, dapat diketahui bahwa pelaku bernama lengkap Ivan Armadi Hasugian yang lahir di Medan, 22 Oktober 1998. Ivan adalah warga Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan. Di KTP nya tertulis pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, status belum kawin, dan beragama Islam.

Peristiwa berawal ketika jemaat yang berada di dalam gereja untuk melakukan ibadah, ketika para jemaat tengah menyelesaikan bacaan injil dan pastor hendak memberikan ceramah. Pastor Albret S Pandingan berdiri di depan mimbar untuk berkhotbah.

Tiba-tiba saja, seorang pria yang sebelumnya sudah duduk di gereja tersebut, berlari menghampiri pastor dengan membawa tas ransel dan sambil terus menyabetkan sebilah pisau ke arah pastor. Sebelum dia sampai mendekati pastor, dari ransel yang dibawanya telah keluar percikan api.

Melihat gelagat yang tidak beres itu, pastor pun berlari menghindar, meski akhirnya pelaku masih sempat melukai pastor. Para jemaat pun spontan membantu dengan berusaha mengagalkan aksi nekat pria itu, mereka merebut pisau dan ransel dari tangan pelaku. Beruntung para jamaat dapat mengamankan pelaku dan segera menghubungi polisi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, pastor Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri akibat luka bacok. Sedangkan pelaku juga mengalami luka-luka saat diamankan polisi.

Dari dalam ranselnya polisi menemukan bom rakitan yang belum meledak, yang dirakit dengan pipa warna kuning, pisau, kampak dan benda-benda tajam lainnya. Selanjutnya personil dari Den Gegana Team jibom melakukan sterilisasi di gereja tersebut.

Situasinya langsung ditangani pihak kepolisian dengan membawa pelaku ke lokasi rumahnya untuk mengecek bahan peledak lainnya. Polisi menemukan beberapa benda mencurigakan saat menggeledah rumah tersangka Ivan Armadi, di Jalan Setiabudi gang Sehati Nomor 26, Medan.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Utara, barang yang ditemukan saat pemeriksaan di kamar rumah pelaku adalah detonator rakitan, rafo, pipa, semen, alumunium foil, baterai, kabel, pupuk urea, buku-buku tentang robotik, dan paspor atas nama pelaku.

"Tim gabungan antara Polresta Medan dengan Polda Sumut masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada pelaku untuk mengetahui motif dan jaringan pelaku," jelas Kombes Rina.

Peristiwa percobaan bom bunuh diri di Gereja Gereja Santo Yosef memunculkan sejumlah fakta, pengamat menilai hal ini sesuatu yang tak lazim. Menurut Ketua Pusat Kajian Deradikalisasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Ansari Yamamah, tak biasa jika pelaku bom membawa identitas pengenalnya.

"Itu tak lazim. Masak bawa KTP. Pelaku ini harus diusut, dia masih sangat muda. Dugaan kuat ada orang di belakangnya. Kemungkinan besar begitu," kata Ansari, Minggu (28/08).

"Ini bisa saja pancingan kecil untuk Medan dan Sumut. Pelaku harus didalami keterangannya dan tentu saja ditindak secara hukum," tambah Ansari (ari).
Share on Google Plus

About Jbrothers Media Group

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.