Panglima TNI Vs Kapolri, Soal Pelaksanaan Pengamanan Unras 4 November

Unjuk Rasa Tangkap Ahok 4 November

Baturaja Today - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah membahas pengamanan terhadap rencana aksi unjuk rasa (demonstrasi) terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 4 November nanti. Pihak kepolisian akan menangani demo terhadap Ahok itu dengan pendekatan persuasif.

"Jadi yang terpenting saat unjuk rasa, jika misalkan tanggal 4 November dilaksanakan, kepolisian wajib mengedepankan langkah-langkah persuasif. Dan untuk memberikan jaminan bagi masyarakat yang tidak berunjuk rasa untuk dapat beraktivitas seperti biasa," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (29/10) malam.

Dia menyatakan, pendekatan yang mengarah ke ajakan unjuk rasa damai akan diutamakan. Kepolisian berpikir positif bahwa unjuk rasa akan baik-baik saja. Meski begitu, semua kemungkinan termasuk kemungkinan terburuk tentu telah disiapkan langkah antisipasinya.

"Tetapi kita tidak underestimate. Semua langkah-langkah itu dipersiapkan. Termasuk langkah-langkah yang sifatnya kontigensi. Itupun dipersiapkan," kata Boy.

Tindakan pengamanan unjuk rasa akan dilakukan sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Polisi juga memahami unjuk rasa sebagai bentuk ekspresi menyampaikan aspirasi.

Pihak koordinator lapangan unjuk rasa 4 November diharapkan segera melaporkan rencana aksinya ke polisi, termasuk soal kekuatan massa dan alat peraga yang akan digunakan. Bila sudah ada pemberitahuan soal rencana aksi unjuk rasa itu, polisi akan melakukan pelayanan pengamanan sesuai kebutuhan. Namun pemberitahuan itu belum disampaikan ke pihak kepolisian sampai sekarang.

Sementara itu, Panglima TNI sudah memberikan perintah langsung kepada PANGDAM JAYA agar pada saat pelaksanaan pengamanan demo tanggal 4 november jangan ada tindakan kekerasan terhadap para pendemo apalagi tindakan penembakan itu tidak di benarkan.

“Memang dipikir rakyat yang demo teroris. Teroris aja kalau bisa jangan dimatiin,” kata panglima TNI, Sabtu (29/10).

Menurut panglima, sejatinya unjuk rasa merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi. Bahkan, kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah diatur dalam Undang-undang.

“Aksi unras umat muslim yang rencananya digelar 4 November mendatang akan berlangsung aman dan damai,” tandasnya (ari).
Share on Google Plus

About Jbrothers Media Group

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.