Uang Miliyaran Rupiah dan 8 Orang Personil Polda Sumsel di Periksa Tim Provos Mabes Polri, Terkait Dugaan Kolusi Penerimaan Anggota Polri

8 Orang Personil Polda Sumsel di Periksa Tim Provos Mabes Polri

Baturaja Today - Sebanyak 8 orang personil polisi asal Polda Sumsel di periksa Tim Provos Mabes Polri. Ke delapan anggota Polri tersebut diduga melakukan Pelanggaran Disiplin (Garplin) atau Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dalam penerimaan anggota Polri Brigadir 2016 dan SIP 2017, salah satu di antaranya diketahui merupakan pejabat utama di jajaran Polda Sumsel.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Provos Mabes Polri yang berjumlah sekitar tujuh orang anggota dan dilakukan di Polda Sumsel mulai sejak Rabu (29/03) sore tersebut, berhasil diamankan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp4 Milyar, serta sertifikat tanah, buku tabungan dan termasuk BPKB kendaraan di antaranya kendaraan sepeda motor merek BMW.

Dari informasi yang berhasil kami himpun, ke delapan personel Polda Sumsel yang dilakukan pemeriksaan tersebut masing-masing Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Soesilo Pradoto, Kasubdit Kespol AKBP Saiful, Kaurkes Kompol Mansuri, Kabag Psikologi AKBP Edya Kurnia, Panitia Jasmani AKBP Thoad, Panitia Akademik AKBP Deni Darma Pala, Bripka Ismail, Brigadir Lutfi serta dua orang PNS Fitri dan Misno.

Modus yang dilakukan, menurut informasinya yakni dilakukan dengan cara membantu para calon polisi dengan cara melihat nilai sistem paket, sistem per item tes, sistem kumulatif (selesai baru bayar) dan bimbingan melalui tes awal.

Saat dikonfirmasi terkait dengan adanya perihal tersebut, Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo P yang namanya diketahui juga disebut dalam pemeriksaan tersebut, membenarkan adanya personel Provos Mabes Polri yang melakukan pemeriksaan dan menanyakan kebenaran adanya calon yang tidak lulus hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan tes SPISS.

"Peserta tersebut kurang puas dengan ditolaknya tes pemeriksaan laboratorium kita karena saat memeriksa di klinik luar, hasil yang muncul berbeda. Calon tersebut melapor ke Mabes dan personel Mabes menanyakan perihal laporan tersebut ke sini," jelasnya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (31/03).

Dengan adanya laporan tersebut, dikatakan Soesilo, pihaknya tidak akan tinggaal diam. Pihaknya menyamakan standar alat lab Bid Dokkes dengan lab lain agar sinkron dan kejadian tersebut tidak terulang.

"Jadi saya tidak mengada-ada mau jatuhkan seseorang. Saya tidak tahu siapa yang melapor, tidak kenal, tahunya setelah mengadu. Sistem dan alat di lab kami pun sudah diperiksa Mabes dan tidak ada kesalahan," terangnya lagi.

Untuk itu kedepannya, masih dikatakan Soesilo, pihaknya akan lebih selektif memilih laboratorium untuk penerimaan calon polisi (ari).
Share on Google Plus

About Jbrothers Media Group

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.